Sabtu, 01 Juni 2013

Hal Absurd Saat Ujian

Keanehan yang terjadi saat ujian di Indonesia itu banyak. Pertama kali saat itu dapet lembar soalnya dan lu baca tulisan pada covernya yang bercetak tebal “dokumen negara, sangat rahasia.” Setau gue yang namanya “rahasia” itu ga banyak orang yang tau, bahkan bisa satu orang aja yang tau, apalagi ditambah kata “sangat” didepanya, lu bisa bayangin deh gimana rahasianya itu dokumen. Tapi faktanya beda dengan yang ada dilapangan, ini sih malah dibagi – bagiin ke para siswa, dan lu pasti tau jumlah siswa seluruh Indonesia itu ada berapa ? #genius nih pemerintah.
Terus gue ga habis fikir sama yang namanya “pengawas” ujian, disaat dia masuk ruangan yang pertama kali dia ucapkan setelah menyuruh peserta berdo’a adalah “siapkan semua alat tulis, dan kumpulkan tasnya didepan.” Setau gue yang namanya alat tulis itu pensil, bulpoin, penghapus, tipe x, dan BUKU . Gue ga salah dong kalau peserta ujian pada belajar mendadak dari buku catatan pelajaran yang ditaruh dikolong meja. Ada lagi yang menurut gue aneh saat ujian berlangsung, disaat lu udah nyerah sampe lambai tangan ke kamera karena soal ujian yang menyeramkan, lu bergentayangan sana - sini nyari jawaban ke temen yang lu kira piinter . Kita menjelma selayaknya menjadi seekor kolektor perangko, ketika ada jawaban lu yang belum terisi lu nyari konsumen untuk menawar tukar menukar bahkan hingga tukar tambah jawaban. Balik lagi ke pengawas ruangan ujian, biasanya koloni mereka berjumlah total 2 biji/ ekor (mirip semut ya mereka) . POKJA mengharapkan keberadaan mereka diruangan itu untuk disebar, ini sih malah jogres jadi Satu didepan dan hal ini sangat menguntungkan bagi para peserta untuk menerapkan “ilmu budaya” mencontek yang dipelajari semenjak TK. Dan disaat ruangan kelas mulai bising karena keributan para peserta yang bertukar jawban, sang pengawas selalu bilang “anak – anak jangan berisik aja, gunakanlah waktu sebaik mungkin, jangan malah ngobrol.” Menurut gue ga selayaknya mereka bilang gitu, yang seharusnya dikatakan mereka tuh gini “anak – anak jangan ribut, saya lagi ngobrol jadi ga kedengaran nih” hehe \/ Kebingungan yang dilakukan para siswa memiliki jumlah digit nama yang lebih dari 20 kolom kotak, sedangkan kolom identitas nama yang tersedia di LJK (lembar jawaban komputer) hanya 20. Bayangin aja deh kalau ada orang yang namanya begini “Sugeng daluh Wis nginang Untune Belang Lan Dwi Wicaksono Baradita Dansowinoso Waluyo”, dia harus buat beberapa kolom kotak nama lagi ? atau satu – satunya cara biar dia tetap bisa ngisi oenuh nama dia di identitas LJK adalah mengubah cita – citanya menjadi kepala DEPDIKNAS , dan mengubah semua format kolom kotak di LJK, banyakin kolom identitas peserta ujian, dan kurangin bulatan jawaban menjadi 10 butir saja. Emang ga mungkin bisa dipungkiri, nama yang paling “PAS” sama kolom di LJK hanya “MUHAMMAD ABBY WALUYO” make space Balik lagi ke topik penbicaraan awal, ada banyak hal aneh yang terjadi saat ujian berlangsung. Misalnya ketika pelajaran menghitung dimulai, pengawas memberikan selembaran kertas buram yang bertujuan “mencoret – coret” hitungan dikertas tersebut. Bagaikan mata pisau yang memiliki dua sisi yang berlawanan, cieelah bahasanya.. ini sih malah disalah gunakan. Contohnya ada yang buat gambar godzilla, ada yang buat karya tulis, ada juga yang buat pesawat terbanglah atau apapun itu tapi perlu dinget jangan lu pake kertas itu sebagai bahan lempar jawaban ke temen, apalagi buat ngelempar ke pengawasnya. Soalnya kalau sekalinya ketauan sama pengawas, semua jerih payah (LJK) lu bakal sia –sia alias dirampas karena barang bukti yang tertangkap basah. Tips dari gue, cukup lu isi tuh pulsa hp, biar bisa sms ke temen – temen lu, aman kan ? jangan tiru. Sebenarnya masih banyak sih keganjilan yang aneh disaat ujian berlangsung, mulai dari pengawasnya, pesertanya, ruanganya, tata letak bangku, sistemnya dan lain – lain. Tapi kalau kebanykan tulisan bikin mata pusing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar